Seharian kemarin aku habiskan waktu berjalan-jalan sendirian
di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar
banyak orang berlalu lalang, tapi terasa sepi
banyak suara dengan berbagai bahasa, tapi terasa sunyi
ada kesedihan dalam kesepian, ada keperihan dalam kesunyian
namun… ternyata ada kenikmatan tersendiri dalam sepi dan sunyi
ada kebebasan, kemampuan untuk berjalan dan berlari tanpa batas
tak ada dinding yg menghalang utk maju
tak ada atap yg menghalang untuk melompat ke atas
barangkali memang, dalam kesendirian
baru dapat kita rasakan makna dari kemerdekaan
meski tetap terasa semu
karena bagaimanapun, merdeka ttplah sesuatu yg concealed! invisible..
solitude is independence???
jadi teringat akan sebuah quote menarik
dari seorang peraih nobel sastra thn 1925, George Bernard Shaw:
“Independence? That’s middle class blasphemy. We are all dependent on one another, every soul of us on earth.”
or, perhaps its just a, "loyalty to one’s best self and principles, and often disloyalty to the general idols and fetishes”
ahaa..!
Duh Gusti…
hamba sungguh tidak ingin menjadi merdeka
kalau itu berarti harus merenggut kebebasan orang lain
atau bahagia di atas penderitaan sesama hamba
Duh Gusti…
pun sungguh hamba tidak ingin merdeka
kalau itu harus dibangun di atas darah dan air mata
Duh Gusti…
sedikit saja yang hamba inginkan
hamba hanya ingin hidup dengan tenang dan damai
hamba tidak berani berharap untuk tertawa
karena tersenyum saja sudah cukup…
bersama mereka, yg takluk dalam kuasaMu
=========================================
written somewhere in solitude,
-100907-
