header image

Tanah Airku……….

Posted by: -aNNa- | March 4, 2008 |

Sedih….
Prihatin….

Beberapa hari mendengar dan membaca kabar dari tanah air tercinta yang selalu dirundung duka. Derita Saudara kita yang tak lepas dari bencana alam banjir, tanah longsor, gempa, lumpur…..

Ada berita menyedihkan tentang seorang Ibu hamil dan putranya yang meninggal dengan tragis.  Diare akut karena kelaparan telah merenggut nyawa mereka. Ny. Basse dan putranya meninggal  setelah tiga hari tidak pernah menelan sebutir nasipun!! Mereka, yang bertahan dengan penghasilan 5-10rb rupiah perhari. Mereka, yang kalau makan kuahnya memakai minyak bekas penggorengan. Mereka, yang  hanya makan garam karena tidak punya uang untuk beli ikan. Mereka, yang dalam rumah sederhananya sering terdengar tangisan anak bersahut2an.
Saat membaca berita itu aku hanya tertegun sambil bertanya-tanya, Indonesia?? KELAPARAN?? Sudah separah itukah???

Hari ini kembali membaca sebuah berita yang tak kalah memilukan. “Karena LAPAR, anak pintar itu bunuh diri” Oooh!!! Seorang bocah bernama Teguh, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri, karena tak kuat menahan sakit maag akut, lagi-lagi, karena KELAPARAN!!! Dia, seorang bocah yang  hidup dalam kemiskinan, diasuh seorang nenek yang memiliki keterbatasan penglihatan. Dia yang kerap berperang melawan sakit diperutnya. Dia yang tergolong siswa cukup pintar di kelasnya, akhirnya tak tahan dengan semua derita itu, memilih mengakhiri rasa sakit dan kemiskinan itu dengan caranya sendiri!!
Kali ini aku tertegun lebih lama, tak terasa air mata inipun menetes….

Aaaaaagh….. aku jadi sungguh malu pada diriku sendiri. Baru menghadapi keruwetan seputar kuliah saja sudah nyaris putus asa. Ada masalah datang selalu disambut dengan keluhan. Diberi sedikit cobaan hidup, sudah berani mempertanyakan di mana letak keadilan Tuhan??
Sementara aku, aku hidup dalam keluarga bahagia yang meski tak kaya tapi juga tak kekurangan. Aku yang tiap hari selalu punya cukup makanan di meja makan. Aku yang begitu beruntung telah mempunyai pekerjaan tetap. Aku yang lebih beruntung lagi mendapat kesempatan sekolah lagi di negeri ini. Aku yang selalu punya orang-orang yang menyayangiku disekelilingku. Aku, aku seharusnya tak pantas mengeluh apalagi sampai putus asa!!! Sungguh tak pantas…..

Tak lagi aku bertanya-tanya benarkah di tanah air sana ada kelaparan?? karena memang begitulah faktanya…
Sudah separah itukah?? PASTI!! masih banyak bbrp Ny. Basse lain di negeri kita, pun Teguh Teguh yang lain yg sedang berjuang untuk hidup saat ini
Negaraku yang katanya negara agraris itu tak mungkin kekurangan pangan klo saja para para penguasanya sedikit lebih punya hati
Kalau saja para penguasa itu tidak ribut untuk memperkaya diri sendiri
Kalau saya mereka tidak cukup angkuh dan bangga berfoya-foya di atas uang rakyat
Kalau saja para penguasa itu mampu membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat miskin
Kalau saja kebijakan impor diubah, standar hidup petani meningkat, diversifikasi pangan, aaaaachhhh!!!!

Tidak… tidak…
Itu terlalu jauh….
Aku sudah cukup skeptis, pesimis dan muak dengan tingkah laku para penguasa itu!!
ada koruptor bebas berkuasa, ada suap di kasus BLBI, bukan berita baru….. huuuuugh!!!!!

Lantas, apakah cukup dengan sedih, cukup dengan prihatin melihat fenomena ini??
Tentunya saja tidak cukup….
Sepeti kata seorang kawan, "Meski kami tidak mengerti bagaimana melakukan sesuatu yang besar untuk bangsa kami, setidaknya tunjukkanlah kami kesempatan-kesempatan kecil setiap harinya.." Mari sedikit menengadahkan tangan untuk tanah air kita. Mulai menoleh kanan kiri adakah Saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan. Dan tentunya sedikit menyisihkan penghasilan kita buat mereka akan menjadi sesuatu yang sangat berarti untuk mereka. Tak usah terlalu sibuk mencari siapa yang salah dari semua ini, karena sudah tak ada waktu. Mereka sedang menunggu, menunggu uluran tangan kita! Mari… jangan sampai ada Ny. Basse-Ny. Basse atau Teguh Teguh yang lain kembali menghentak nurani kita.

Sementara itu, bolehlah kita terus berharap bahwa negara kita akan berubah. Bahwa para penguasa itu akan sadar akan dosa-dosa mereka.
Apakah aku pemimpi?? Tak apalah bermimpi dan berharap, krn hanya dgn itu kita bisa terus bertahan.

"…..u might say I’m a dreamer, but I’m not the only one…."

under: Uncategorized

Leave a response -

Your response:

Categories